aku memandang dari sebuah dari bawah jendela tuake luar cuaca. menulis sesuatu
suatu hari akan kita sebut sebagai kenangan
yang basah oleh hujan tadi malam.
padaku kawat kehidupan terikat
layaknya mawar di tepian pohon cadas
kengerian yang gersang.
porak-porandakan hatiku
siapapun kau_
aku akan menyebutnya sebagai belaian elang
kuucapkan selamat pagi untukmu.
ketika kau telah selesai memimpikan impian zaman
caci aku
ucapkan apapun dalam nyanyianku
jendela tuaku yang tak bernama
ku hadiahkan pada anak-anak kertas yang belum selesai ditulisi puisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar