"kasih, apakah hakikat cinta sejati itu?" tanyamu suatu ketika. Lama nian. Saat gerimis baru saja reda. Ketika basah pada batu berlumut belum juga kering. Ketika embun bergelayut di rumputan berkabut menyisakan harapan yang setiap pagi setiap hari menjadi bara.Ada pelangi mengukir langit yang masih tetap menyimpan impian di pucuk pucuk bambu. Sunyi."kasih, cinta itu tembang hari kemarin yang tak habisnya bersenandung dalam jiwa" kataku di waktu lain. Lama nian. Saat langit menemui cakrawala senja. Ketika angin meluruhkan tangkai tangkai kemirisan.Ada setangkai mawar merah berkeluh kesah pada ranting ranting kasih yang tetap bersenandung dalam simfoni kasmaran.(dua perahu berlabuh di dermaga yang sama sesuai mengembangkan layar ke laut nan jauh. Dua nafas saling berpacu seusai menaklukkan ombak yang tak habisnya mendera membuyarkan kesunyian hati yang telah lama terkungkung menjadi kembang bermekaran.)"apakah arti sebuah cinta ?" bisikmu dalam perjalanan menyusuri perasaan yang belum terkuak di hembus angin dinihari. Menghabiskan rasa penasaran setelah letih membacai babon babon cinta Kahlil Gibran. Setelah pikiran begitu penat mengumbar lamunan membayangkan keindahan cinta Gibran dan May Ziadah. Setelah jari demikian lemas membuka buka filsafat Plato dan Socrates. Setelah mata demikiam sayu menyelami lakon cinta Adam dan Hawa, Rama-Shinta, Laila-Majnun, Romeo-Juliet, Siti Nurbaya-Samsulbachri atau Galih dan Ratna "apakah arti cinta sejati ?" matamu menatap begitu tamam, bagai mata pedang menurih jantungku.(Pada ranting ranting sunyi kau simpan kenangan untuk kita petik suatu saat. Suatu waktu. Harapanmu hanya tersisa pada sepasang merpati yang bercengkrama bercumbuan di dahan dahan sunyi).
Jumat, 13 Desember 2013
prosa lirik orang kasmaran
"kasih, apakah hakikat cinta sejati itu?" tanyamu suatu ketika. Lama nian. Saat gerimis baru saja reda. Ketika basah pada batu berlumut belum juga kering. Ketika embun bergelayut di rumputan berkabut menyisakan harapan yang setiap pagi setiap hari menjadi bara.Ada pelangi mengukir langit yang masih tetap menyimpan impian di pucuk pucuk bambu. Sunyi."kasih, cinta itu tembang hari kemarin yang tak habisnya bersenandung dalam jiwa" kataku di waktu lain. Lama nian. Saat langit menemui cakrawala senja. Ketika angin meluruhkan tangkai tangkai kemirisan.Ada setangkai mawar merah berkeluh kesah pada ranting ranting kasih yang tetap bersenandung dalam simfoni kasmaran.(dua perahu berlabuh di dermaga yang sama sesuai mengembangkan layar ke laut nan jauh. Dua nafas saling berpacu seusai menaklukkan ombak yang tak habisnya mendera membuyarkan kesunyian hati yang telah lama terkungkung menjadi kembang bermekaran.)"apakah arti sebuah cinta ?" bisikmu dalam perjalanan menyusuri perasaan yang belum terkuak di hembus angin dinihari. Menghabiskan rasa penasaran setelah letih membacai babon babon cinta Kahlil Gibran. Setelah pikiran begitu penat mengumbar lamunan membayangkan keindahan cinta Gibran dan May Ziadah. Setelah jari demikian lemas membuka buka filsafat Plato dan Socrates. Setelah mata demikiam sayu menyelami lakon cinta Adam dan Hawa, Rama-Shinta, Laila-Majnun, Romeo-Juliet, Siti Nurbaya-Samsulbachri atau Galih dan Ratna "apakah arti cinta sejati ?" matamu menatap begitu tamam, bagai mata pedang menurih jantungku.(Pada ranting ranting sunyi kau simpan kenangan untuk kita petik suatu saat. Suatu waktu. Harapanmu hanya tersisa pada sepasang merpati yang bercengkrama bercumbuan di dahan dahan sunyi).
Minggu, 29 September 2013
GIRIMIS KASORENAKEUN
Girimis kasorenakeun
Hibar layung satangtung kalangkang
Angin leutik nyaliara kana rasa
Ngabewara carita sapoe salasa
Ayeuna tinggal tungkusan kalbu
Mapay mapay lacak carita
Anu sabulan katukang
Nu leungit di tampat ieu pisan
Sok sanajan girimisna leutik
carita harita masih natrat dina jero rasa
Nyesakeun lamunan kamari
Sumedang 24 september 2013
SIMPAY KATINEUNG
Geter rasa anu aya dina dada
Nyangkrung na kalbu
Asih wening dipirig galura gending
Deudeuh pageuh panceg na angen
Jungjunan nu kungsi ngeusi lolongkrang rasa
Jungjunan nu kungsi milandep na deudeuh
Jungjunan nu kungsi ngeusian hate nu simpe
Jungjunan nu kungsimawa tresna
Aya mangsana datang aya mangsana mulang
Mulang jeung datang pinasti kasorang
Nyangkrung na kalbu
Asih wening dipirig galura gending
Deudeuh pageuh panceg na angen
Jungjunan nu kungsi ngeusi lolongkrang rasa
Jungjunan nu kungsi milandep na deudeuh
Jungjunan nu kungsi ngeusian hate nu simpe
Jungjunan nu kungsimawa tresna
Aya mangsana datang aya mangsana mulang
Mulang jeung datang pinasti kasorang
Sabtu, 28 September 2013
Anissa
Gugusan hari-hari
Indah bersamamu Anissa
Bangkitkan kembali
Rinduku mengajakku kesana
Inginku berlari
Mengejar seribu bayangmu Anissa
Tak peduli kau kuterjang
Biar pun harusku tembus padang ilalang
Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpiMaka biarkan ia datang
Di hatimu...
Indah bersamamu Anissa
Bangkitkan kembali
Rinduku mengajakku kesana
Inginku berlari
Mengejar seribu bayangmu Anissa
Tak peduli kau kuterjang
Biar pun harusku tembus padang ilalang
Tiba-tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan telah menahanku
Ingin kumaki mereka berkata
Tak perlu kau berlari
Mengejar mimpi yang tak pasti
Hari ini juga mimpiMaka biarkan ia datang
Di hatimu...
Kamis, 26 September 2013
CINTA NU AYEUNA
Dina nyasar, nyawang pangalaman nu kaliwat
Waktu ngarasakeun nimat cinta nu munggaran
Tina hate tukeur ucap anu suci
Kuring bogoh ka anjeun!
Cikuray nu bisu milu nyakseni
Tapi eta cinta laas ku katiga
ngijih muyarkeun pasini ati
Jadi. Eta rasa cinta nu teu kedal
Ambruk memeh ngawangun ngahiji
Anjeun ngolesed bari boboleh
Bongan jaman nu kiwari!
Kuring kapeupeuh puhu catur
tarima hirup tacan cukup umur
Naha di dunya aya keneh nu bisa
Mere cinta tanpa jangji rebu hiji?
Kiwari kuring nyukang sasak kinasihan
Neangan cinta nu pangger di unggal Insan
Waktu ngarasakeun nimat cinta nu munggaran
Tina hate tukeur ucap anu suci
Kuring bogoh ka anjeun!
Cikuray nu bisu milu nyakseni
Tapi eta cinta laas ku katiga
ngijih muyarkeun pasini ati
Jadi. Eta rasa cinta nu teu kedal
Ambruk memeh ngawangun ngahiji
Anjeun ngolesed bari boboleh
Bongan jaman nu kiwari!
Kuring kapeupeuh puhu catur
tarima hirup tacan cukup umur
Naha di dunya aya keneh nu bisa
Mere cinta tanpa jangji rebu hiji?
Kiwari kuring nyukang sasak kinasihan
Neangan cinta nu pangger di unggal Insan
GAMBAR
Gambar itu mengingatkan aku padamu
Semua hal-hal luar biasa
Yang selalu kita tertawakan
Seharusnya sore tadi aku berangkat
Namun, tertunda lagi
Semua hal-hal luar biasa
Yang selalu kita tertawakan
Seharusnya sore tadi aku berangkat
Namun, tertunda lagi
Biasanya….
jam segini, kau dan aku berbagi cerita
Melalui ponsel
Dan pembicaraan itu selalu kau yang memulai lebih dulu
Aku sangat bahagia
Aku tahu ada kemarau disini
Ketika kau tak mampu lagi menjadi air
Aku tau ada ilusi disini
Ketika pelukku melingkari ruang kosong
Dan yang aku tau…..
Sebutannya, K-E-N-A-N-G-A-N
Ketika kau tak mampu lagi menjadi air
Aku tau ada ilusi disini
Ketika pelukku melingkari ruang kosong
Dan yang aku tau…..
Sebutannya, K-E-N-A-N-G-A-N
Namun bukan begini seharusnya!
Bukan begini jalannya
Aku terlalu cengeng
Semua serba hati!
aaaaah!!! bukan, ini karena tak sengaja melihat gambar itu
sebuah gambar dari pensilku
Bukan begini jalannya
Aku terlalu cengeng
Semua serba hati!
aaaaah!!! bukan, ini karena tak sengaja melihat gambar itu
sebuah gambar dari pensilku
Maaf….aku tak sengaja
Terimakasih, aku akan pulang tanpa dendam
Sebelumnya…..
Aku mencintaimu! titik!
Terimakasih, aku akan pulang tanpa dendam
Sebelumnya…..
Aku mencintaimu! titik!
KUSAMBUT KAU DENGAN BUNGA DI BAWAH JENDELA TUA
aku memandang dari sebuah dari bawah jendela tuake luar cuaca. menulis sesuatu
suatu hari akan kita sebut sebagai kenangan
yang basah oleh hujan tadi malam.
padaku kawat kehidupan terikat
layaknya mawar di tepian pohon cadas
kengerian yang gersang.
porak-porandakan hatiku
siapapun kau_
aku akan menyebutnya sebagai belaian elang
kuucapkan selamat pagi untukmu.
ketika kau telah selesai memimpikan impian zaman
caci aku
ucapkan apapun dalam nyanyianku
jendela tuaku yang tak bernama
ku hadiahkan pada anak-anak kertas yang belum selesai ditulisi puisi
Rabu, 25 September 2013
UJUNG SENJA
Mekar bunga lembayung
Merintis bayangan mu
Semu mega tanpa payung
Merona di pipi pertiwi ku
Merintis bayangan mu
Semu mega tanpa payung
Merona di pipi pertiwi ku
Seringai matahari ku
Mulai padam di ombak waktu
Merisau di balik tangkai langit
Meriuh bersama rasa sakit
Senja ku..
Rampas lah sosok cinta itu
Tinggalkan bersamanya
Sebatang cerita untuk harinya
Senja ku..
Remangkan lah mata ini
Agar aku tak akan mampu
Menikmati rindu atas cinta ini
Di sini, di batas hari ini
Aku masih meriangkan diri
Menikmati matahari yang merintih
Terbunuh sepi malam yang tertatih
Kisah 28 Desember 2011 Di Malioboro
angin membawa ingatanku pada dua tahun yang lalu,
sempat terpikir tuk tidak mengingatnya
tapi, waktu itu kau terasa dekat
seperti bintang yang menemani sang rembulan
waktu itu Malioboro di basahi oleh gerimis
masih ku ingat 2 tahun lalu para pengamen nyanyikan lagu dealova
bergantian mengisi kekosongan kekosongan malam
aku terhanyut pada petikan petikan gitar yg di mainkannya
di Malioboro ku kirimkan pesan pesan singkat dari ponselku
kita mulai merajut tali tali kasih dari jarak yang jauh
28 Desember kita satukan hati
28 Desember berjanji tak saling menyakiti
hari demi hari terlewatkan
kita menjalani kiisah asmara kita di atas awan
menari dan bernyanyi bersama
dunia ini memang terasa milik berdua, jika bersamanya
kini beberapa bulan telah berlalu,
mungkin kau bosan atau sudah tak mencintaiku lagi
akhirnya
kaupun pergi
bersama janjimu yang telah di ingkari
tapi kisah 28 Desember ini tetap terindah di hati
kisah 28 Desember takkan terhapus di sanubari
KISAH KU YANG PILU
INI KISAH KU YANG PILU
Berhadapan aku dengan monitor menatap tajam gambar gambar yang bermunculan dari FACEBOOK, ahh dia cantik juga gumamku dalam hati. Beberapa hari kemudian, mungkin secara kebetulan kita online di waktu yg sama, kita mulai chating, hmmm menarik, aku pun bertukar nomor handphone. kita mulai nyambung dari pembicaraan ke pembicaraan..
Lama waktu yang ku tempuh, aku tak aku pun tak ingin berdusta pada hatiku, walaupun kita tak pernah berjumpa sebelumnya aku menyukainya.. Tapi waktu itu aku sadar aku berada diantara dia dan kekasihnya, jika aku nyatakan perasaan ini mungkin bukan waktu yang tepat. berbulan bulan aku bertahan untuk menantinya, delapan bulan telah berlalu, aku tahu dia telah mengakhiri kisah cintanya,,
Sekarang aku memberanikan diri untuk menyampaikan perasaan yang aku pendam selama ini melalui telepon, "dhe, kakak menyukaimu, maukah adhe menjadi pasangan kakak" dengan gugup dan tangan yang bergetar memegang handphone "maaf kak, mungkin adhe perlu mempertimbangkannya" aku tau belum lama ia mengakhiri kisahnya, mungkin ia ragu untuk menerima aku secepat itu (menurut dia).
Beberapa hari kemudian aku bertanya soal yang sama, yaaaa akhirnya dia mampu menerimaku, aku tak tahu ini hanya pelampiasan semata atau dia memiliki rasa yang sama denganku, aku mulai menemuinya, ternyata tak jauh berbeda dengan apa yang ada dalam foto FACEBOOK. lama kita berjalan jalan pada hari itu, mulai ku kenalkan dia pada orang tua ku, mungkin ini pertama kalinya aku memperkenalkan seorang perempuan yang menjadi pasanganku.
Hari demi hari berkesudahan, namun apa yang terjadi ? dia mulai berpaling, menerima tawaran tawaran untuk mengisi hati laki laki lain,, aku tak habis pikir mengapa ia menodai ketulusan yang telah aku beri, aarrrgghht ya tuhan apa lagi yang harus aku lakukan ?
aku benar benar menyayanginya. Tapi apa boleh buat iini pilihan dia, aku tak berhak kehendak hati seseorang tuk tetap bersamaku, mungkin dia bosan dengan sikapku yang terlalu egois, dan aku tahu laki laki itu selalu menghampirinya, walaupun aku tak pernah melihat langsung,,
ini kisahku yang sampai saat ini masih menyayanginya, ini kisahku yang sampai saat ini masih berharap kau dapat kembali
Langganan:
Postingan (Atom)




