Rabu, 20 Agustus 2014

Kertas Kosong

rinai gerimis seakan menghapus
memori masa silam
aku terdiam diantara tumpukan
kertas kosong
menatap langit mendung yang
lukiskan kelam
seakan tak menyisakan ruang tuk
lukiskan asaku
ku coba tuk kembali menyibak
lembaran kisah masa lalu
mencari jejak tang tersisa
namun yang kudapati hanyalah
lembaran kertas kosong
dan sekelumit peristiwa yang
tak mampu lagi ku baca
DIAM, itulah yang mampu aku
lakukan
di keheningan malam di selang
rinai air hujan
mnebar titik air diantara rimbun
dedaunan
menepis semilir bayu yang
dendangkan kepiluan
ku coba bangkit dari lamunan
yang menotok jiwaku
aku berdiri di atas pijakan yag
lemah
tak kuasa, aku pun terjatuh
di atas titian lapuk yang tak
mampu lagi menahan bebanku
kini aku hanya bisa berharap
agar malam segera berlalu
menyambut pagi yang ceria
hingga ku temukan lembaran
baru,
dimana kan ku torehkan cerita
yg lebih indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar