Senja membalut pertemuan kita
Dengan angin yang sedikit
Berhembus
Sementara
Lembayung mewarnai langit
Serupa rona di pipimu
Seketika itu pula
Kau curi rinduku
Hanya dengan senyuman di
Bibirmu
Hari itu
Berkali-kali angin menuntuku
Untuk menatapmu
Dan kau tau,
Telah kulihat surga di matamu
Kini
biarkan aku berjalan
untuk menggapainya
sebab rinduku tak sekedar
selalu menyebut namamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar